Kita Bisa Kaya Dari Singkong


Penemuan Singkong Gajah dimulai dari tahun 2006 dan mulai dikembangkan pada tahun 2008, koleksi berbagai jenis Singkong Unggul yang dimiliki oleh BEC diteliti kembali oleh Prof. Ristono khususnya hasil inventarisasi dari berat umbi basah yang dihasilkan pada satu batang cabutan pohonnya di atas 20 kg diperoleh data berat pada satu jenis varietas yang “lokal” yaitu, 21  kg, 22 kg, 25 kg, 32 kg, 42 kg dan tertinggi adalah 46 kg.  Pada akhirnya dilakukan kesepakatan untuk memberikan nama varietas tersebut. Berbagai usulan muncul dengan hasil akhir ada tiga nama yang perlu dipertimbangkan yaitu: Genjah, Lembusana, dan Gajah. Atas pertimbangan yang mendalam untuk berbagai kepentingan maka diputuskan nama varietas Singkong Unggul yang dikembangkan oleh BEC tersebut adalah SINGKONG GAJAH, dimana keunggulan varietas ini terletak pada: (1) berat umbi, (2) kemudahan penanaman, (3) bisa langsung dikonsumsi sebagai bahan makanan pengganti beras dengan rasa ketan, dan (4) umur panen 6 – 10 bulan.

Karakteristik Singkong Gajah

Sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat BEC (Borneo Environmental Community) telah terdaftar di Badan Kesatuan Bangsa & Politik Provinsi Kalimantan Timur dengan No.220/562/orm/2009, Tanggal 08 April 2009 yang berorientasi pada Lingkungan Hidup.

BEC telah menemukan jenis Singkong di Kalimantan Timur yang diberi nama “SINGKONG GAJAH” sebagai varietas ”Asli” Kalimantan Timur yang ditemukan oleh Prof. Dr. Ristono, MS (Ketua Umum BEC) dan dipublikasikan melalui Koran Lokal dan Internet sejak tanggal 08 juli 2008. Sosialisasi dan pengembangan dimulai tanggal 01 Juni 2009 dengan acara “Panen Raya dan Bazar Singkong Gajah”  dilaksanakan di Desa Bukit Pariaman (Separi 1) Kec. Tenggarong Seberang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.

Dalam rangka penelitian dan pengkajian yang telah dilakukan LSM BEC dengan berbagai Media Tanam, Input Teknologi, dan Jenis Tanah yang berbeda menghasilkan variasi umbi basah cabutan per stek pada umur 9 bulan dengan berat 7 kg – 42 kg. Dari berbagai sampel cabutan Singkong Gajah dengan umur antara 4 – 9 bulan memiliki rasa yang enak dan gurih dengan tekstur empuk bahkan ada nuansa rasa ketan. Berbagai jenis olahan Singkong basah menjadi makanan diperoleh kualitas yang bagus antara lain berupa Keripik, Gethuk, Tape dan Bahan sayur pengganti kentang, dan lainnya yang memiliki potensi Ekonomi yang cukup tinggi.

Umbi umur 9 – 12 bulan mempunyai kadar pati yang tinggi sehingga berpotensial sebagai bahan Chip Gaplek, Tepung Tapioka, Tepung Mocal (Pengganti Gandum) dan Bioethanol. Dengan demikian Singkong Gajah akan memiliki potensi strategis secara Nasional sebagai Bahan Pangan dan  Bahan Bakar Nabati (Energi).

Secara fisik Singkong Gajah memiliki sistem perakaran yang kuat sehingga memungkinkan bisa menyerap (menahan) air dan sangat berguna bagi keperluan irigasi dan pengendalian banjir. Sedangkan pertumbuhan batang, cabang dan daun mencapai tinggi 5 meter. Tumbuhan ini mempunyai potensi tinggi dalam penyerapan CO2, dengan demikian keberadaan Singkong Gajah besar peranannya bagi pengendalian ekosistem.

Kandungan Sianida yang relatif rendah pada Singkong Gajah terlihat pada daun yang bisa langsung dimakan oleh ternak (ayam, kambing, dan sapi) tanpa menimbulkan pengaruh negatif pada ternak tersebut. Hal itu juga terlihat pada umbinya, karakteristik semacam ini mempunyai nilai lebih baik dibandingkan dengan varietas singkong lainnya walaupun mempunyai produktivitas yang tinggi namun tidak dapat langsung dimakan oleh ternak maupun manusia, disebabkan tingkat Kandungan Sianida yang tinggi membuat jenis singkong variates yang lain beracun dan apabila dalam pengolahannya tidak  menggunakan metode yang benar akan membahayakan mahluk hidup dan merusak lingkungan.

Potensi kandungan Tepung pada Singkong Gajah akan mencapai titik maksimum pada umur tanaman antara 9 – 12 bulan, dengan demikian apabila Industri Tepung Tapioka mengunakan bahan baku dari Singkong Gajah sebaiknya  pada umur panen tersebut.

Sehubungan dengan kondisi iklim di Kalimantan Timur yang sulit dibedakan antara musim penghujan dan kemarau, maka penanaman Singkong Gajah maupun panen di Kalimantan Timur sangat diuntungkan Dengan demikian penyediaan bahan baku untuk industri Tepung Tapioka dapat dilakukan setiap saat dengan rotasi tahunan tanpa memandang hari maupun bulan dengan luasan areal yang besar tersedia. Perlu diwaspadai adanya siklus musim kering sepuluh tahunan sekali di mana bahaya kekurangan air bisa muncul, maka di dalam metode  penanaman Singkong Gajah dalam skala luas harus ada penyediaan tandon air yang difasilitasi dengan mesin pompa air. Pemanfaatan air dan mesin ini sangat diperlukan khususnya pada waktu panen umbi.

Varietas Singkong Gajah ini sudah memperoleh dukungan dari INSTANSI PEMERINTAH yang terkait dan GUBERNUR Kalimantan Timur maupun BANK KALTIM.

About these ads

Comments on: "Risalah dan Karakteristik Singkong Gajah" (20)

  1. didik haryono said:

    saya butuh bibit untuk saya tanam di bondowoso jatim. mohon info

    • Di Kalimantan timur ada beberapa tempat yang menanam singkong gajah, antara lain di samboja, sepaku, balikpapan, tenggarong seberang. harga bibit rata2 500 per stek. pengiriman bisa lewat TIKI atau POST tapi lumayan mahal. Kalau lewat expedisi bisa juga, akan lebih murah kalau jumlahnya banyak. satu truk biaya sekitar 6 juta. Kalau bapak memang tertarik saya akan bantu pak untuk pengadaan bibitnya. rencananya berapa bibit yang bapak butuhkan? Saya punya bibit tapi sudah menipis karena banyaknya permintaan, kalau sedikit saya masih punya.

  2. Suko Yusanto said:

    saya sedang mengamati bagaimana perkembangan pertumbuhan singkong gajah, ada beberapa yang tanpa pupuk, ada yang diberi pupuk, ada yang tumbuh pada lahan yang tanpa olah, ada yang tumbuh pada lahan berpasir diolah dan diberi pupuk lengkap. Tapi saya yakin trend singkong ini akan menjadi andalan Kalimantan Timur kini dan kedepan, intinya para petani ingin mengembangkan dengan syarat ada yang menjamin masalah pasar dan harga yang standar. Pada dasarnya singkong memang gampang tumbuh apalagi dipelihara tentu akan menghasilkan produksi yang berlimpah, sudah saatnya singkong ini terus dikembangkan selain untuk kebutuhan pangan juga merupakan sumber industri bahan bakar, yang mana kita ketahui bahwa bahan bakar mulai tersendat-sendat distribusinya, tentunya ini merupakan peluang yang sangat bagus untuk dikembangkan.

  3. Fadjar Wirawan said:

    sebagai tambahan saja mas,
    saat ini saya telah mencoba menanam singkong gajah di kota malang seluas 1ha (total lahan 8 ha). beberapa teman saya (lokasi juga di malang) juga ikut menanam singkong gajah total lahan seluas 4,5ha. Sudah berjalan 4bulan. Bibit berasal dari balikpapan.

    • Bagus sekali mas, mohon informasi alamat atau no HP nya. saya banyak mendapat permintaan bibit dari Jawa. Kalau dikirim dari sini kan mahal ongkos kirimnya, jadi nanti bisa saya informasikan kalau di malang juga ada bibitnya. Terima kasih atas informasinya. Semoga sukses.

  4. Mas Aryanto, salam kenal dgn saya, terima kasih banyak atas informasi yang begitu lengkap di blog ini, dalam waktu dekat ini saya merencanakan menanam singkong di lahan saya, jika berkenan membantu saya untuk mendapatkan bibit singkong gajah yang dekat dengan daerah saya, saya tinggal di cilegon, banten dan lahan saya di lampung, terima kasih atas bantuan nya, maju terus dengan singkong,

    • Saya siap membantu pak, biar seberapapun jumlah bibitnya dan kemanapun tujuannya saya akan bantu sebarkan bibit singkong gajah ini. Agar dapat tersebar ke seluruh Indonesia dan bermanfaat bagi masyarakat. Tapi sayangnya untuk pengiriman ke luar Kal-Tim agak mahal pak biaya kirimnyanya. Kalau kirim lewat TIKI atau POS lumayan mahal pak. Yang agak murah lewat jasa expedisi seperti Kalimantan Express atau truk yang dari jawa bawa sayur trus pulangnya bisa dititipkan sama mereka. Sebenarnya Kami disini juga membutuhkan banyak sekali bibit, saya sedang mensosialisasi penanaman singkong gajah kepada masyarakat di Kal-Tim. Sekarang mulai banyak investor yang melirik Kal-Tim untuk penanaman singkong dan mengajak mansyarakat untuk menanam dan investor tersebut nanti akan menampungnya.

  5. klo mo dapetin bibitnya untuk 1 ha brp duit? posisi lahan di tuba barat lampung

  6. Apakah singkong jenis ini tahan banjir atau air

  7. ahmad yani said:

    wah kaya tenan kita, kawan. aku juga mau…. bagaimana cara mendapatkan bibit? hub saya, tinggal di Kec.muara badak -KUKAR_KALTIM. hp. 085252806501

  8. untuk informasi bibit Ubi Gajah di Daerah lampung, hub. 085273761268

  9. singkong gajah memang yahud..terdengar sampai propinsi lampung..mohon kirim nomor hp saya minat untuk bibit singkong gajah tanam dilampung..tks

  10. It produces energy for the body rather than being stored as fat and increases
    the metabolic rate and promotes weight loss.

    While many people would believe that coconut milk and
    coconut oil are unhealthy because of their high saturated fat content,
    this oil is actually an incredibly healthy food source.

    They mix in baking soda for a toothpaste or use it as a deodorant.

  11. Usually I don’t read post on blogs, however I would like to say that this write-up very compelled me to try and do it! Your writing taste has been amazed me. Thanks, quite great article.

  12. saya lg nanem singkong jenis partikel…..untuk hasil nya b elum diketahui….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 32 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: